Hipmi Ubah Mindset Mahasiswa, Dari Ingin Bekerja Jadi Ingin Menjadi Pengusaha

Jakarta – Pengusaha nasional Sandiaga Uno berpesan agar mahasiswa dan generasi muda bisa menjadi pengusaha sejak dini, mengingat Indonesia saat ini masih kekurangan pelaku usaha. yaitu membangun psychological usaha sejaka dini, peran Hipmi terhadap pebisnis pemula, membangun usaha tanpa modal, dan mengembangkan bisnis di period industri 4.0. Untuk sukses menjalani bisnisnya, mereka tak mengenal kata gengsi dan terbiasa bekerja keras. Selain berbisnis, Faisal juga aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia .

Maka dari itu, kamu bisa berkreasi dan berfikir kreatif bagaimana bisa menjadikan keterampilan, hobi kamu bisa menghasilkan uang. Cara menjadi pengusaha muda sejak mahasiswa dapat kamu mulai dengan cara membangun relasi pertemanan. Nah, mumpung kamu masih kuliah nih, memiliki banyak teman dan memungkinkan kamu juga memiliki kenalan dari lintas jurusan. karena tidak mungkin kan kamu membangun relasi di luar pertemanan kampus, misal membangun relasi dengna orang-orang di jalan? Selain karena tidak mau, bisa dijamin karena faktor rasa malu memulai. Beberapa contoh kegiatan agribisnis yang dapat dijadikan peluang bisnis antara lain adalah membudidayakan sayuran dan buah buahan organic, tanaman padi, jamur tiram, tanaman obat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mahasiswa juga bisa menjadi pengusaha

Selain itu, Kementerian Investasi akan membantu pemerintah meningkatkan nilai tambah dan melakukan pemerataan ekonomi dari Aceh sampai Papua. Ia berharap Kementerian Investasi bisa memperluas cakupan penanaman modal di seluruh daerah sehingga tidak berfokus hanya di Pulau Jawa. Bahlil menjelaskan, peran dari Kementerian Investasi akan jadi kunci yang menghubungkan masuknya investasi dalam dan luar negeri baik di pusat maupun daerah. Kementerian pun bakal menyelaraskan regulasi agar memberikan kepastian hukum dan menekan hambatan-hambatan birokrasi yang selama ini dihadapi investor. Solopos.com, SOLO — Tsunami Covid-19 di India membuat masyarakat takut dengan ancaman gelombang kedua pandemi ini.

Apabila Anda belum memiliki banyak cukup modal untuk memproduksi barang dagangan sendiri, Anda bisa mencoba untuk menjadi dropshipper atau reseller. Selain minim modal dan resiko, menjadi dropshipper atau reseller membuat Anda tetap memiliki banyak waktu luang untuk bisa melakukan kegiatan lainnya. Selain itu, mahasiswa yang ingin mendirikan UMKM akan mendapatkan akses perbankan.

Kegiatan ini mengundang Narasumber Dr. Misbah Fikrianto , Dr. Wisnu Dewobroro , Fahriz Tanjung dan dihadiri Wakil Rektor, Dekan, Direktur PPs, Ketua Lembaga , ketua program studi dan seluruh fungsionaris di lingkungan Unimed. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. Membawakan materi dengan gaya unik, santai, asyik sangat pas untuk membangun dan menginspirasi mahasiswa. Pesan yang disampaikan adalah Berani mencoba, lakukan apa yang disenangi karena yang disenangi akan dilakukan atau dikerjakan dengan sungguh-sungguh. “ Allah memberikan kekayaan dan Kecukupan bukan Kemiskinan, hanya manusia saja yang tidak mau berusaha, dengan berwirausaha kita dapat memberi manfaat untuk banyak orang, tandasnya. “Bisnis yang cocok untuk anak kuliahan atau generasi milenial itu ialah bisnis yang enggak perlu modal besar dan bisnis yang menggunakan kreativitas,” kata dia.

Semua itu diperlukan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di semua lini usaha. Menurutnya, sebagai PNS akan lebih sulit untuk bisa mencapai posisi puncak. “Cita-cita saya seluruh mahasiswa Indonesia tidak lagi sebagai pencari kerja. Harusnya mereka jadi pengusaha. Program ini yang harus dimulai ketika mereka mahasiswa,” ungkap Musliar. Kita bisa mulai dengan melakukan riset secara online, dengan menggunakan keyword atau frase tentang bisnis, layanan atau produk kita di berbagai mesin pencari. Perusahaan dengan peringkat tertinggi akan memberikan kita ide yang baik.

Usaha yang diciptakan diharapkan bisa berbasis teknologi untuk meningkatkan daya saing di era revolusi industri four.zero. Hal itu perlu didukung dengan cara berpikir kreatif dan inovatif, komunikasi dan kolaborasi dengan baik maupun literasi informasi atau information, termasuk literasi teknologi. Mahasiswa diminta tidak hanya fokus mempelajari satu disiplin ilmu. “Kedepan bisa saja hasil kuliah bukan jadi ukuran untuk mendapatkan pekerjaan.

Demikian juga kemajuan tehnologi mulai menghantui pemilik pengusaha perdagangan besar jika sejak dini tidak mengantisipasi mulai sekarang. Seperti terancamnya department retailer terbesar yang mulai menurun pendapatanya akibat banyaknya pembeli via online. Saat ini, kata Agus Suradnyana, zaman menuntut segala sesuatu dengan sangat cepat. Kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan dan memperluas jaringan pertemanan.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Rektor Unimed mengatakan Kegiatan workshop nasional kewirausahaan yang kita gelar ini merupakan rangkaian awal dari kegiatan Bussiness Plan Competition Unimed 2020. Unimed melalui Wakil Rektor three akan menggelar kompetisi wirausaha muda secara nasional, sebagai wadah para mahasiswa Unimed dan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi untuk mengembangkan kompetensi diri dalam berwirausaha. Unimed sejak 2019 telah membuka Program Studi Kewirausahaan sebagai upaya secara akademik untuk melahirkan usahawan dan interpreneer yang siap bersaing di dunia industri. Prodi Kewirausahaan FE Unimed telah bekerjasama dengan puluhan perusahaan dan dunia industri agar mendukung capaian yang ingin kita harapkan. Prodi ini telah mendesain kurikulum bahwa mahasiswa tidak bisa lulus dari Prodi ini jika belum memiliki bentuk wirausaha sendiri. Pendidikan dan dunia kerja bukan hanya untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja karena memiliki keterampilan atau keahlian yang dibutuhkan dunia industri.

Comments are Disabled